Menganalisa Dampak
Pertumbuhan Ekonomi dengan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran
I. Pendahuluan
Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kondisi
perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih
baik selama periode tertentu. Diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk pendapatan nasional.
Dalam membantu pertumbuhan ekonomi ini ada
beberapa faktornya yaitu faktor SDM, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi,
fakor budaya dan faktor sumber daya modal. Dan ketika pertumbuhan ekonomi ini akan
menuju keadaan yang lebih baik disinyalir akan mengurangi pengganguran,
kemiskinan yang ada di negaranya.
II. Pembahasan
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terjadi
sekarang masih belum bisa menangulangi permasalahan seperti pengangguran dan
kemiskinan yang melanda Indonesia sendiri. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan, Perekonomian Indonesia tahun 2017 yang diukur
berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai
Rp13.588,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp51,89 juta atau US$3.876,8.
Ekonomi Indonesia tahun 2017 tumbuh 5,07% lebih
tinggi dibanding capaian tahun 2016 sebesar 5,03 %. Walaupun pada tahun ini
presiden kita sedang melakukan pemerataan dalam sektor pembangunan infrastuktur
dan telah menekan angka kemiskinan turun dari 28,59 juta orang pada
Maret 2015 menjadi 27,77 juta orang pada Maret 2017. Akan tetapi tidak menutup
bahwa angka pengangguran dan kemiskinan diIndoneisa tertutupi dan pemerataan
nasib belum sepenuhnya dirasakan semua rakyat.
Setelah
itu ada masalah pengangguran menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan
jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2017 bertambah 10 ribu orang
menjadi 7,04 juta orang, dibandingkan Agustus 2016 yang sebanyak 7,03 juta
orang. Penambahan pengangguran itu terutama disebabkan penurunan penyerapan
tenaga kerja di sektor konstruksi dan pertanian. Dikarenakan dari sektor
penyerapan tenaga kerja sekarang, perusahaan lebih banyak memakai teknologi
dibandingkan tenaga manusia seiring berjalannya globalisasi dan keefisienan
pekerjaan sehingga menyebabkan penurunan penyerapan tenaga kerja manusia.
Padahal jumlah masyarakat diIndonesia semakin banyak. Maka dari itu pertumbuhan
ekonomi dan pendapatan perkapita yang betambah tidak menutupi berkurangnya
pengangguran diIndonesia yang memiliki penduduk sebanyak 262 juta jiwa.
Dan permasalahan tentang kemiskinan yang tidak
akan ada habisnya. Pada bulan September 2017, jumlah penduduk miskin
(penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di
Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12%), berkurang sebesar 1,19 juta orang
dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 %).
Meskipun begitu kemiskinan diIndonesia belum terartasi. Dan tingginya gini
ratio menadi gambaran bahwa tingkat kesenjangan semakin tinggi dan manfaat
pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dirasakan secara adil oleh rakyat
Indonesia. Dan faktor lainnya yang membuat kemiskinan diIndoneesia tidak
teratasi ialah, harga pangan yang tinggi menyebabkan masyarakat yang memiliki
pendapatan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan primernya.
III. Penutup
Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kondisi
perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih
baik selama periode tertentu. Perekonomian Indonesia juga mengalami kenaikan
ditahun sebelumnya sebesar 5,07%. Pendapatan perkapita yang naik pada tahun
sebelumnya tidak menutupi kemiskinan dan pengganguran diIndonesia. Dan pemerataan
nasib juga belum sepenuhnya merata.
Daftar Pustaka
-
http://www.koran-jakarta.com/pertumbuhan-ekonomi-tak-ciptakan-lapangan-kerja/