Sabtu, 21 April 2018

Menganalisa Dampak Pertumbuhan Ekonomi dengan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran


Menganalisa Dampak Pertumbuhan Ekonomi dengan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran
  
I.       Pendahuluan
Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk pendapatan nasional.
Dalam membantu pertumbuhan ekonomi ini ada beberapa faktornya yaitu faktor SDM, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, fakor budaya dan faktor sumber daya modal. Dan ketika pertumbuhan ekonomi ini akan menuju keadaan yang lebih baik disinyalir akan mengurangi pengganguran, kemiskinan yang ada di negaranya.

II.    Pembahasan
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terjadi sekarang masih belum bisa menangulangi permasalahan seperti pengangguran dan kemiskinan yang melanda Indonesia sendiri. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan, Perekonomian Indonesia tahun 2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp13.588,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp51,89 juta atau US$3.876,8. Ekonomi Indonesia tahun 2017 tumbuh 5,07% lebih tinggi dibanding capaian tahun 2016 sebesar 5,03 %. Walaupun pada tahun ini presiden kita sedang melakukan pemerataan dalam sektor pembangunan infrastuktur dan telah menekan angka kemiskinan turun dari 28,59 juta orang pada Maret 2015 menjadi 27,77 juta orang pada Maret 2017. Akan tetapi tidak menutup bahwa angka pengangguran dan kemiskinan diIndoneisa tertutupi dan pemerataan nasib belum sepenuhnya dirasakan semua rakyat.
Setelah itu ada masalah pengangguran menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2017 bertambah 10 ribu orang menjadi 7,04 juta orang, dibandingkan Agustus 2016 yang sebanyak 7,03 juta orang. Penambahan pengangguran itu terutama disebabkan penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi dan pertanian. Dikarenakan dari sektor penyerapan tenaga kerja sekarang, perusahaan lebih banyak memakai teknologi dibandingkan tenaga manusia seiring berjalannya globalisasi dan keefisienan pekerjaan sehingga menyebabkan penurunan penyerapan tenaga kerja manusia. Padahal jumlah masyarakat diIndonesia semakin banyak. Maka dari itu pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita yang betambah tidak menutupi berkurangnya pengangguran diIndonesia yang memiliki penduduk sebanyak 262 juta jiwa.
Dan permasalahan tentang kemiskinan yang tidak akan ada habisnya. Pada bulan September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12%), berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 %). Meskipun begitu kemiskinan diIndonesia belum terartasi. Dan tingginya gini ratio menadi gambaran bahwa tingkat kesenjangan semakin tinggi dan manfaat pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dirasakan secara adil oleh rakyat Indonesia. Dan faktor lainnya yang membuat kemiskinan diIndoneesia tidak teratasi ialah, harga pangan yang tinggi menyebabkan masyarakat yang memiliki pendapatan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan primernya.

III. Penutup
Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Perekonomian Indonesia juga mengalami kenaikan ditahun sebelumnya sebesar 5,07%. Pendapatan perkapita yang naik pada tahun sebelumnya tidak menutupi kemiskinan dan pengganguran diIndonesia. Dan pemerataan nasib juga belum sepenuhnya merata.

Daftar Pustaka
-          http://www.koran-jakarta.com/pertumbuhan-ekonomi-tak-ciptakan-lapangan-kerja/

English Business 2

  Written by : Nafisah Qoulbi (24217399) Class : 3EB15 Subject : English Business 2 # Teacher : Miss Robingah Econo...