BAB I
PENDAHULUAN
Sevel atau Seven Eleven adalah salah satu tempat yang sempat sangat di gandrungi oleh masyarakat khususnya kalangan muda, untuk bersantai dan nongkrong dengan teman - teman, Seiring dengan berjalannya waktu pamor dari Sevel kian menurun. Dan pada tahun 2017 ini, Sevel resmi menutup semua gerainya yang ada di Indonesia. Hal ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat karena diketahui Sevel selalu ramai dengan anak-anak muda yang nongkrong disana.
BAB II
ISI
Seven eleven atau yang
lebih dikenal dengan sevel merupakan tempat menjual makanan dan minumanan yang
sedang di gandrungi oleh anak-anak muda pada saat ini. Pada awal pembukaan
sevel ini banyak sekali anak-anak muda yang berbondong-bondong untuk
mengunjungi sevel. Tetapi setelah 8 tahun berjalannya bisnis waralaba ini,
akhirnya dipertengahan tahun 2017 PT Modern Sevel Indonesia gulung tikar.
Penyebabnya karena banyaknya pesaing yang akhirnya sevel merugi terlalu lama
dan adanya peraturan-peraturan yang melarang convenience store menjual minuman
beralkohol. Lalu salahnya strategi pemasaran yang dilakukan sevel, salah target
pemasaran, cost oprasional yang tinggi juga menyebabkan meruginya dikarenakan
pemasukan yang sedikit dan penyewaan lahan yang strategis yang mebuatnya mahal
dan tidak mencapainya target pemasaran yang dilakukan sevel.
Ketua Umum Kamar Dagang
Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani mengatakan ditutupnya seluruh
gerai 7-Eleven (Sevel) bukan karena bisnis ritel di tanah air lesu. Menurutnya,
konsep bisnis yang tidak tepat membuat gerai-gerai Sevel tidak dapat mencapai
target perusahaan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tutupnya convenience store sevel ini dikarenakan tidak
cocoknya pada perekonomian di Indonesia, dan salahnya strategi pemasaran yang
diterapkan sevel. Yang seharusnya berjalan lancar dan mendapatkan keuntungan
seperti sevel-sevel yang ada di Amerika, Jepang dan Korea, tetapi di Indonesia
mendapatkan keriguannya yang menyebabkan penutupan seluruh gerai di Indonesia.
Saran
Sebaiknya PT Modern Sevel Indonesia melakukan pengevaluasian
sebelum menerapkan sevel di Indonesia. Karena rendahnya ekonomi di Indonesia
ini yang kurang cocok untuk convenience store seperti Sevel, yang mebuat sevel
bangkrut. Dan seharusnya menerapkan saja seperti minimaket lainnya yang akan
mendapatkan keuntungan dibanding kerugian.
BAB IV
REFERENSI
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3545042/perjalanan-7-eleven-di-ri-dari-booming-hingga-tutup
https://finance.detik.com/bursa-valas/3550655/terungkap-ini-penyebab-7-eleven-tutup
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3542621/sevel-tutup-gerai-pengusaha-konsep-bisnisnya-enggak-pas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar