Kamis, 12 Juli 2018

Menganalisa UMKM dan Perdagangan Luar Neger


 
I.                   Pendahuluan

Usaha Kecil dan Menengah atau disingkat dengan UMKM adalah istilah yang mengacu ke jenis usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Di Indonesia, UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja.
Dan juga perdangan luar negeri yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan ekspor sebagai penghasil devisa guna membiayai impor. Impor meningkatkan jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan sehingga memacu perekonomian. Di sisi lain juga merupakan alat yang ampuh untuk mempertahankan nilai tukar (kurs) yang kompetitif guna menunjang ekspor serta dapat mengatasi masalah di bidang ketenagakerjaan.

II.                Pembahasan

UMKN
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap perekonomian cukup besar mencapai 61.41%, sementara penyerapan tenaga kerja UMKM setidaknya mendominasi hampir 97% dari total tenaga kerja nasional. Jumlah UMKM telah mencapai 60 juta unit. Berdasarkan data BPS per Agustus 2017 pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di kuartal II-2017 sebesar 2,5%. Dan pencapaian pertumbuhan di kuartal I-2017 menurun sebesar 6,63%. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 57,84% menjadi 60,3% . Pun dengan serapan tenaga kerja, meningkat dari 96,99%  menjadi 97,22% pada periode yang sama. Dan kondisi UMKM di Indonesia ini masih banyak kendalanya, yaitu di antaranya adalah ketakutan berada di zona tidak nyaman, takut terlihat berbeda, takut terhadap reaksi yang tak diinginkan, takut melangkah untuk berubah, dan takut berkonfrontasi dengan orang lain. Dengan begitu cara untuk merubah pola pikir para pekerja UMKM ialah dengan melakukan workshop atau bimbingan dengan para ahlinya, serta juga menyadarkan mereka bahwa UMKN ini sangat membantu perekonomian Indonesia dan juga pajak dari UMKM ini bisa membuat banyak program, misalnya pendidikan dan kesehatan gratis.

Perdagangan Luar Negeri
Perdangan luar negeri atau Internasional pada tahun 2018 diprediksi akan tumbuh sekitar 3,6% atau mengalami peningatan jika dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 5,2%. Dan beberapa negara yang menunjukkan peningkatan ekonomi adalah negara-negara yang terletak di kawasan Asean , walaupun peningkatan yang terjadi tidak terlalu signifikan, jika dibandingkan dengan tahun 2017 ini dari 5,1% menjadi 5,2%.
Jika dilihat per sektor, ekspor Indonesia pada Desember 2017 didukung migas US$ 1,51 miliar, pertanian US$ 280 juta, industri pengolahan US$ 10,33 miliar, dan pertambangan dan lainnya US$ 2,68 miliar. Ekspor non migas menyumbang 89,79% dari total ekspor Desember 2017. Andil ekspor non migas terbesar di sepanjang 2017 adalah lemak dan minyak hewan nabati US$ 22,97 miliar atau 15,01% , lalu industri 74,10%, tambang 14,39%, migas 9,33%, dan pertanian 2,18%.  Kinerja perdagangan dibulan desember 2017 mencatatkan diefisit sebesar USD 0,27 miliar. Defisit tersebut bersumber dari defisit perdagangan migas USD 1,04 miliar ditambah surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 0,77 miliar.
Menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor menjadi salah satu alasan melemahnya niai tukar rupiah terhdapa dollar AS. Ketergantungan Indonesia terhadap impor bisa memperparah depresiasi nilai tukar rupiah. Selain itu angka impor yang tinggi juga ikut membayangi inflasi. Besarnya impor bahan baku atau bahan konsumsi sangat tinggi, bahkan pada 2017 rasionya mencapai 91,23%, jika pada tahun depan besarnya impor barang konsumsi masih terjadi maka nilai rupiah akan melemah dan terus menurun dan juga berdampak tingginya nilai barang konsumsi, makanan, minuman serta BBM akan membuat daya beli melemah.


III.             Penutup
UMKM menjadi peningkat perekonomian Indonesia dengan mengkostribusikan dengan pendapatan sebesar 61.41% dan penyerapan tenaga kerja UMKM setidaknya mendominasi hampir 97% dari total tenaga kerja nasional. Jumlah UMKM telah mencapai 60 juta unit. UMKN ini sangat membantu perekonomian Indonesia dan juga pajak dari UMKM ini bisa membuat banyak program, misalnya pendidikan dan kesehatan gratis.
Perdagangan luar negeri dapat berdampak negatif dan positif, jika dilihat dari ekspornya Indonesia pada tahun 2017 didukung oleh sektor migas yang menyumbang sebesar US$ 1,51 miliar dan dari non migas lemak dan minyak hewan nabati menyumbang sebesar US$ 22,97 miliar. Dan dampak negatif dari impor ialah ketergantungan Indonesia terhadap impor menjadi salah satu alasan melemahnya niai tukar rupiah terhdapa dollar AS. Ketergantungan Indonesia terhadap impor bisa memperparah depresiasi nilai tukar rupiah dan menyebabkan kenaikan harga barang konsumsi dan lain-lain lalu melemahnya daya beli masyarakat.

IV.            Daftar Pustaka
http://www.kemendag.go.id/id/news/2018/01/17/ekspor-2017-meningkat-neraca-perdagangan-surplus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

English Business 2

  Written by : Nafisah Qoulbi (24217399) Class : 3EB15 Subject : English Business 2 # Teacher : Miss Robingah Econo...